KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT. Yang telah memberikan Taufik, Hidayah serta Inayahnya kepada kita sehingga sehingga penulis bias menyelesaikan buku ini, yang bernama : HIMKADA (Himpunan Keluarga Alumni Darut Tauhid). Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan dan mengingatkan kita tentang peraturan-peraturan yang ada dalam persatuan HIMKADA.
Shalawat serta salam kita kirimkan
kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa ajaran islam kepada kita semua.
Semoga lita semua mendapatkan syafaatnya di akhirat nanti. Amiin
Penulis mengucapkan terima kasih
yang sebanyak-banyaknya kepada para anggota HIMKADA yang telah memberi amanah
dan keyakinan didalam menulis buku HIMKADA ini. Penulis juga minta maaf kepada
seluruh anggota himkada, dimana dalam penulisan ini ada kesalahan. Karena
memang penulis masih dalam keadaan belajar karya tulis ilmiah.
Semoga adanya buku ini dapat
menambah pengetahuan dan agar rasa cinta antar alumni dan seluruh anggota
HIMKADA dapat bertambah erat, guna untuk mendukung dan mensukseskan PPS Darut
Tauhid dan menjalin ukhwah islamiah antar sesama manusia khususnya anggota
HIMKADA. Amin
Pekanbaru,
14 April 2014
Penulis
(Khoiruzzaman)
LATAR BELAKANG
Ma’had Darut Tauhid adalah sebuah
pesantren yang terletak di Desa Jambur Padang Matinggi Kec. Panyabungan Utara
Kab. Mandailing Natal Prov. Sumatra Utara-Indonesia yang didirikan oleh Syekh
Abdul Qadir Lubis Bin Qarisiddiq Lubis pada tahun 1986 M. Guna untuk sarana
membina ummat dan santri-santriat agar menjadi insan yang beriman dan bertaqwa
serta berilmu pengetahuan dan teknologi. Sampai sekarang alumni dan
santri-santriatnya telah berpencar di dalam dan luar Negri tak terkecuali di
Pekanbaru-Riau dan sekitarnya.
Sehubungan dengan kepentingan sosial
kemasyarakatan, memperkokoh ukhwah islamiah, mempererat siraturrahmi, azas
manfaat, semangat kebersamaan, gotong royong dan saling membantu dan
sebagainya. Maka hasil musyawarah, mupakat bersama antar alumni dan keluarga
besar PPS Darut Tauhid, terbentuklah HIMKADA (Himpunan Keluarga Alumni Darut
Tauhid).
MAKSUD DAN TUJUAN
HIMKADA (Himpunan Keluarga Alumni
Drut Tauhid) adalah sebagai wadah kegiatan sosial dan keagamaan. Dan tujuannya
adalah untuk :
1. meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dan menjunjung tinggi sunnah
rasulullah SAW.
2. memperkokoh
ukhwah islamiah serta mempererat tali persaudaraan dengan menumbuhkan rasa
kepedulian.
3. mejalin
silaturrahmi serta menjaga nilai-nilai gotong royong, kekompakan, sosial keagamaan
terhadap Alumni dan Keluarga Besar Ma’had Darut Tauhid.
4. saling
meningkatkan dan menuntun kepada kebaikan serta membagi ilmu dan kepedulian.
5. mengembalikan
kepercayaan antar Alumni untuk membangun agama Allah serta untuk membantu PPS
dan Guru-guru yang ada di Darut Tauhid.
HAK DAN KEWAJIBAN
ANGGOTA
Yang dimaksud dengan anggota adalah
bukan berarti hanya Alumni Darut Tauhid, akan tetapi adalah seluruh anggota
yang ada dalam HIMKADA. Karena organisasi HIMKADA ini bukan hanya alumni Darut
Tauhid, akan tetapi adalah orang-orang yang mau menumbuhkan rasa persatuan dan
kesatuan dalam menjalin ukhwah islamiah serta membangun agama Allah.
A. Setiap
Anggota Mempunyai Hak Sebagai Berikut:
·
Menerima dana atau
bantuan bagi anggota yang sakit (RS Rawat Inap/hasil mupakat) Rp. 100.000
(seratus ribu)
·
Menerima dana atau
bantuan bagi anggota yang menikah Rp. 100.000 (seratus ribu)
·
Menerima dana atau
bantuan bagi anggota yang tertimpa musibah/kematian Rp. 200.000 (dua ratus
ribu). “kategori adalah : diri sendiri, suami, istri, anak dan orang tua
·
Menerima dana konsumsi
bagi anggota yang mendapat giliran (tuan rumah) pada kegiatan perkumpulan
sekali sebulan Rp. 100.000 (seratus ribu)
B. Setiap
Anggota Mempunyai Kewajiban Sebagai Berikut:
·
Mengikuti /menghadiri
kegiatan sekali sebulan pada minggu ke-2 atau ke-3
·
Setiap anggota wajib
untuk mengambil kartu iuran
·
Membayar iuran uang kas
sebesar 10.000/bulan (kategori diri sendiri dan kepala rumah tangga)
·
Membayar uang konsumsi
sebesar 5000/bulan (kategori seluruh anggota)
·
Mendapat giliran tuan
rumah menurut undian
·
Menyediakan konsumsi
bagi tuan rumah yang mendapat giliran sesuai kemampuan masing-masing
·
Memberikan informasi
apabila tidak dapat menghadiri perkumpulan serta cepat memberikan informasi
apabila ada salah satu anggota yang memerlukan pertolongan
·
Bersedia membantu dan
memberikan sumbangan kepada PPS dan guru-guru sewaktu-waktu dibutuhkan
·
Bersedia menghadiri
prtemuan akbar yang dilaksanakan dua kali setahun, sekali di PPS Darut Tauhid
dan sekali di daerah yang mendapat giliran
·
Mematuhi aturan yang
diterapkan
A. Waktu
Perkumpulan:
·
Dilaksanakan sekali
sebulan pada minggu ke-2/3
·
Sesudah shalat dzuhur
pukul 13.30 wib dan paling lama 14.30 wib - selesai
·
Bagi tuan rumah yang
berhalangan agar memberitahukan sebelumnya
B. Kegiatan
Perkumpulan:
·
Silaturrahmi/bertatap
muka
·
Pembacaan takhtim,
tahlil, ratibul haddad, asmaul husna, shalawat nariyah dan do’a
·
Ceramah agama
·
Jedah/konsumsi
·
Diskusi, musyawarah
atau evaluasi
·
Bersalaman/pamit pulang
C. Acara-Acara
Yang Lain:
·
Muzakaroh ilmu
·
Bertukar
pikiran/berbagi pengalaman
·
Memperingati hari-hari
besar islam
·
Tablig akbar
·
Zikir bersama (Membaca
Al-Qur’an, Dalailul Khoirot, Senjata Mu’min, Maslakul Akhyar dll)
·
Shalawatan, Barzanji,
Marhaban
·
Nasyid islami’
·
Khatam Al-Qur’an setiap
17 Ramadhan untuk memperingati haul wafatnya ayahanda Syekh Abdul Qadir Lubis
Bin Qarisiddiq Lubis
·
Olahraga
·
Rekreasi dan wisata
SUSUNAN
PENGURUS HIMKADA CABANG PEKANBARU-RIAU PERIODE 2012-2014
A. Pelindung/penasehat
1.Alm.
Sekh H. Abd. Qadir Lubis
2.Hj.
Ummu Salamah
3.Jamaluddin
Lubis
4.H.
Musaddad Lubis
5.Asmin
Nst
6.Seluruh
guru-guru PPS. Darut Tauhid MADINA
B. Petugas
Harian
1. Ketua :
Mhd. Faisal Hrp
W. Ketua : Mhd. Toguan Suharjo,
Sth.I
2. Sekretaris : Anwar Musaddad
W. Sekretaris : Abd. Rahman
3. Bendahara : Musanna
W. Bendahara : Mhd. Ardi
C. Seksi-seksi
1. Seksi penggalangan dana dan
perlengkapan
Ketua :
Mhd. Ansori
Anggota :
Ahmad Suandi
Irma
Suriyani
Leli Khomisah
2.Seksi
humas dan sosial kemasyarakatan
Ketua :
Ahmad Nizar, S.sy
Anggota :
Mhd. Kholis, SE
Rosyidah
Hamidayanti
3.seksi
keamanan dan kesenian
Ketua :
Ahmadan
Anggota :
Ahd. Rifa’i
Abul Hasan
Mhd. Ardi Hsb
4.Seksi
Dakwah
Ketua :
Mhd. Hamdan
Anggota :
Iskandar
Hj. Khoiriah
Maimunah
D. Anggota : Mhd. Tohir
Ahmad Supriyono
Irma Suryani
Masitoh
Marwah
Nikmatul Wardiah
Nur Azizah
Nur Madinah
Faridah
Hannum
Lisna Hayati
SUSUNAN
PENGURUS HIMKADA CABANG PEKANBARU-RIAU PERIODE 2014-2016
A. Pelindung/penasehat
1. Alm.
Sekh H. Abd. Qadir Lubis
2. Hj.
Ummu Salamah
3. Jamaluddin
Lubis
4. H.
Musaddad Lubis
5. Asmin
Nst
6. Seluruh
guru-guru PPS. Darut Tauhid MADINA
B. Petugas
Harian
1. Ketua : Mhd. Hamdan
W. Ketua : Abul Hasan
2. Sekretaris : Abd. Rahman
W. Sekretaris : Khoiruzzaman
3. Bendahara : Anwar Musaddad
W. Bendahara : Musanna
C.
Seksi-seksi
1.Seksi
penggalangan dana dan perlengkapan
Ketua :
Mhd. Ansori
Anggota :
Basran Pulungan
Ahmad Suandi
Leli Khomisah
2.Seksi
humas dan sosial kemasyarakatan
Ketua :
Ahmad Nizar, S.sy
Anggota :
Mhd. Kholis, SE
Rosyidah
Hamidayanti
3.seksi
keamanan dan kesenian
Ketua :
Mhd. Faisal Hrp
Anggota :
Ahd. Rifa’i
Mhd. Yamin Nst
Mhd. Ardi Pasaribu
4.Seksi
Dakwah
Ketua :
Mhd. Toguan Suharjo, Sth.I
Anggota :
Iskandar
Hj. Khoiriah
Maimunah
D.
Anggota : Mhd. Tohir
Ahmad Supriyono
Ahmadan
Ahmad Nafis
Amru Siagian
Imamul Latif
Mhd. Ikhwan
Abd. Rahman
Irma Suryani
Masitoh
Marwah
Nikmatul Wardiah
Nur Azizah
Nur Madinah
Faridahannum
Lisna Hayati
Riska
RIYADHOH
(AMALAN DAN WIRID) ABUYA
Diantara wirid sehari-hari yang dilaksanakan Syekh Abd. Qadir
Lubis Bin Qarisiddiq Lubis (Abuya Bagas) :
A.
SHALAT SUNNAH
1.
Shalat
Rowatib (Shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu)
2.
Shalat Dhuha
3.
Shalat Tasbih
4.
Shalat Tahajjud
5.
Sahalat Hajat
6.
Shalat Witir
7.
Shalat Shafar (jika
hendak musafir)
B. PUASA
1. Puasa
senin kamis
2. Puasa
bulan Rajab
3. Puasa
enam hari bulan Sawal
C. WIRID
ZIKIR
1. Tahlil
(Thariqat Kholwatiah)
2. Ratibul
Haddad
3. Khatam
Al-Qur’an setiap pekan
4. Zikrud
Darojat
5. Ismu
Khofi
6. Asmaul
Husna dan do’anya
7. Do’a
Jaljalah
8. Wirid
Al-Gozali
D. SUNNAH
LAINNYA
1. Wudhu’
tidak pernah batal (kalau batal langsung disambung)
2. Bulan
Ramadhan tidak pernah tidur dikamar, hanga tidur di diatas sajadah itupun
sambil duduk
3. Bersugi
4. Menjawab
adzan
MAJELIS TAKLIM A BUYA
Syekh Abd. Qadir Lubis bin Qarisiddiq
Lubis (Abuya Bagas) adalah orang yang sangat diharapkan atau dibutuhkan ummat.
Beliau mempunyai banyak majelis taklim, diantaranya:
1. Masjid
Raya Jambur Pd. Matinggi
2. Masjid
Raya Qurro’ Walhuffas Panyabungan Kota
3. Masjid
Raya Al-Falah Sipolu-Polu
4. Rumah
H. Abd. Qohar Lubis Dalan Lidang
5. Madrasah
Ibtidaiyah Roburan Lombang
6. Rumah
Bapak Carin Huta Godang Muda
7. Masjid
Raya Mompang Jae
8. \Masjid
Raya Panyabungan Jae
KEPERIBADIAN ABUYA
Syekh
Abd. Qadir Lubis bin Qarisiddiq Lubis (Abuya Bagas) adalah sosok seorang
“Ulama” yang memiliki keperibadian yang tinggi, padanya terlihat jelas ciri dan
tanda-tanda ulama Akhirah atau Ulama yang hakiki, sehingga beliau sangat
dihormati dan disegani oleh lapisan Masyarakat. Baik ia masyarakat awam maupun
dikawasan para ulama terutama di Mandailing Natal. Bahkan dikalangan
pemerintahpun sangat segan kepada beliau disebabkan keteguhan beliau berpegang
pada ajaran Rasulullah SAW dan pada perinsip-perinsip ulama salaf. Diantara
kepribadian yang tinggi yang namapak dengan jelas pada sosok beliau adalah:
A. Tidak
Mengejar Dunia
Beliau
tidak menggunakan ilmunya memburu keduniaan. Beliau lebih banyak menghabiskan
waktunya membina santri dan mengajak masyarakat kepada kebenaran daripada
memburu dunia dan menumpuk kekayaan.
B. Ahli Ibadah
Dari
sekian banyak waktu yang dihabiskan membina santri-santri Darut Tauhid, ceramah
dan mengisi majelis taklim, beliau memenuhi waktunya dengan ibadah yang tidak
sedikit. Sehingga waktu istirahat (tidur) nya pun sangat singkat. Bahkan pada
malam hari bulan Ramadhan beliau tidak pernah tidur dikamar, sepanjang malam
beliau habiskan waktunya hanya untuk Shalat, Baca Qur’an dan Berzikir. Jika rasa
ngantuk begitu kuat menyerang, beliau hanya tidur sambil duduk diatas
sajadahnya.
C. Ahli
Zuhud
Tidak
pernah terlihat pada diri kemewahan pada diri Abuya dan juga pada rumahnya
serba sederhana dan sangat bersahaja. Beliau tidak suka pada kemewahan dan
kemegahan duniawi, kezuhud-an adalah pakaiannya.
D. Pembicaraan
Beliau
banyak membicarakan Ilmu da Amal yang bermanfaat dunia dan akhirat. Hal ini
terlihat bahwa beliau banyak mengajarkan dan mengamalkan ilmu Fikih, Tauhid dan
Tasawuf daripada yang lain-lain termasuk ilmu alat, padahal ilmu alatpun beliau
sangat mahir. Kepada santri dan jamaahnya beliau sangat mengajarkan untuk senantiasa
memelihara ibadah-ibadah yang wajib, baik waku maupun perioritasnya dan
senantiasa membanyakkan amalan amalan-amalan sunnah terutama dibulan-bulan
mulia. Sehingga beliau menetapkan bagi santri-santri Darut Tauhid wajib untuk
shalat berjamaah dan berzikir panjang sesudahnya, juga shalat dhuha berjamaah.
Pada
bulan-bulan mulia beliau selalu mengingatkan santri-santri dan jamaahnya untuk
mengamalkan amalan-amalan tertentu seperti puasa dan zikir-zikir khusus, bahkan
beliau tidak jarang mengumpulkan santri-santrinya untuk berzikir bersama.
E. Tawadhu’
Abuya
adalah sosok ulama yang sangat tawadu’, kepada siapapun tidak terlihat sikap
atau ucapannya yang menampakkan kesombongan sekecil apapun. Sehingga walaupun
mashur seorang ulama yang penuh karimsa beliau tetap dengan tawadhu’
mengunjungi guru-gurunya yang walaupun guru-gurunya tidak semashur dirinya.
Pada acara besar di Darut Tauhid disaat tamu berdatangan beliau lebih sibuk
memuliakan tamunya daripada memerhatikan bahwa dirinya adalah seorang ulama
yang sangat dimuliakan orang.
F. Menghindari
Bid’ah
Beliau
seorang ulama yang sangat hati-hati memelihara hukum-hukum agama baik syari’at
maupun hakikat, agar supaya tidak terjerumus pada ajaran sesat maupun bid’ah.
Kehati-hatian beliau nampak saat memberikan pengajian-pengajian di majelis
taklim. Walaupun beliau termasuk dalam daftar ulama-ulama yang mampu dan mashur
beliau tetap memakai kitab-kitap arab melayu, seperti:
a. Matholi’ul
Badroin wa Majama’al Bahroin (Fikih)
b. Sabilul
Muhtadin (Fikih)
c. Daruts
Tsamin ( Tauhid)
d. Aqidatun
Najin (Tauhid)
Sedangkan
untuk tasawuf beliau lebih banyak mengambil aliran/pemahaman Al-Gozali. Dapat
disimpulkan bahwa pemahaman agama beliau benar-benar mengikuti As-Syari’ah
(Tauhid), As-Safi’iyah (Fiqih), Kholwatiah (Thoriqah).
G. Memenuhi
Pejabat dan Penguasa
Syekh
Abd. Qadir adalah seorangya ng memiliki perinsip dan kepribadian yang tidak
suka ambil-ambil muka di depan pejabat atau pemerintah. Bahkan seringkali
beliau tidak mengadiri undangan tertentu yang dilaksanakan pemerintah atau
datang hanya untuk menghadiri dan pulang sebelum selesai acara.
Sikap
beliau yang demikianlah yang menjadi sangat dihargai dan disenangi oleh
pemerintah dan para elit politik. Bahkan mereka sangat memperhitungkan kalau
beliau angkat bicara di depan ummat.
H. Khusu’
Beliau
kelihatan sangat khusu’ walaupun tidak dalam ibadah, ketika beliau keluar rumah
baik di jalan, kendaraan, dikeramaian bahkan dipasar, beliau lebih banyak diam
atau menundukkan pandangan daripada berbicara yang tidak bermanfaat atau
mengedarkan pandangan kesana kemari.
I. Kepercayaan
Terhadap Ilmu Berdasarkan Pandangan Hati
Waktu
beliau belajar di Makkah, beliau pernah berkata pada istrinya (Hj. Ummu
Salamah): “kita tidak perlu memburu ijazah, yang perlu adalah mengisi dan
memenuhi hati ini dengan ilmu dan keyakinan”. Kepada sntripun beliau sering
berkata: “Ijazah itu adalah nomor terakhir, yang penting adalah ilmunya dan
pengamalannya”. Bahkan beliau pernah berkata : “Orang yang disebut hafidz
Al-Qur’an adalah bukan orang yang mampu menghafal Al-Qur’an dari awal sampai
akhir, tapi adalah orang yang menjaga dengan baik semua kandungan yang ada
dalam Al-Qur’an.
J. Tidak
Mengumbar Nafsu dan Menyenangkan Diri.
K. Tidak
Tergesa-Gesa Memberi Fatwa.
L. Banyak
Memerhatikan Ilmu Rohani dan Memantau Gerak-Gerik Hati.
M. Sangat
Memperhatikan dan Menguatkan Keyakinan.
N. Yang
Diucapkan Sama Dengan Perbuatan.
O. Punya
Rasa Takaut Yang Kuat Pada Allah.
P. Punya
Akhlak Yang Bagus.
NASEHAT-NASEHAT ABUYA
Abuya
adalah orang yang selalu bernasehat pada jemaah dan santrinya, dan hampir semua
yang dinasehatkan adalah sudah dilaksanakan atau sesuai dengan perbuatan
beliau. Diantara nasehat itu adalah:
1.
Berdikarilah untuk
menjadi contoh tauladan (uswatun hasanah).
2.
Jadilah contoh untuk
teladan bagi rumah tangga dan masyarakatmu.
3.
Jadikanlah apa yang
kamu tuntut selama 7 tahun itu sebagai bekal menghadapi masyarakat untuk
berjuang menegakkan kebenaran.
4.
Hai anakku lazimilah
berpikir dan berzikir, dewasakanlah sifatmu dalam segala hal.
5.
Biasakanlah hidup hemat
dan sederhana dan biasakanlah bekerja dengan rajin dan rapi.
6.
Jangan kamu menempuh
jalan yang bukan searah dengan tujuanmu.
7.
Selalulah ingat dan
bayangkan betapa besarnya penghargaan orang tuamu yang bersusah payah
memeliharamu, jangan putuskan harapan mereka. Kalau kau memutuskan harapan
mereka berarti kamu adalah mengubur mereka hidup-hidup. Selalulah berusaha agar
dalam perkataan dan tingkah lakumu jangan sempat membuat mereka kecewa.
8.
Ikhlaskanlah niatmu
dalam melakukan suatu pekerjaan.
9.
Selalulah engkau
menyesuaikan masalah remajamu dengan ilmu yang engkau tuntut.
10.
Bersifat tegaslah dalam
menghadapi segala masalahmu dan jangan engkau bebankan perkara dirimu pada
orang lain.
11.
Jangan putuskan
cita-citamu di tengah jalan.
12.
Kegagalan bercinta
dalam usia remajamu anggaplah sebagai uang sekolahmu yang paling murah, tapi
kegagalanmu menggapai cita-citamu yang luhur perlu penyadaran yang tersendiri.
13.
Tidak akan mendapatkan
ilmu kalau dengan cara bersenang-senang.
14.
Kejarlah cita-citamu
dengan cara bersungguh-sungguh dan jangan biarkan cita-citamu dimusnahkan oleh
yang menghalangi.
15.
“Siapa yang mencari ketinggian tanpa susah
payah, dia akan mendapatkannya setelah burung gagak berwarna putih”.
16.
Berjalanlah engkau
dengan syari’at, sesuai dengan thariqah agar sampai kepada ma’rifah.
17.
Orang yang berilmu
tanpa beramal akan masuk neraka lebih dulu daripada orang yang menyembah
berhala.
18.
Orang yang memisahkan
dirinya daripada berzikir kepada Allah bagaikan ikan yang terpisah dengan air.
19.
Siapa yang lupa beramal
dan malas beramal berarti ia lupa pada akhirat.
20.
Gantilah berbicara itu
dengan berzikir kepada Allah.
21.
Surga disediakan bagi
orang yang beramal sahleh.
22.
Kalau ingin bahagia
jangan atur yang menjadikanmu.
23.
Tidak ada dosa besar
kalau ditaubati, tidak ada amal banyak kalau tidak diterima.
24.
Harga dunia tidak ada
setimbang sayap nyamukpun di sisi Allah.
25.
Belum pernah orang mati
kalau benar.
-
Kebenaran itu tidak
perlu dijaga oleh yang benar
26.
Jangan mudah terombang
ambing oleh arus zaman dan tetaplah istiqamah dalam menghadapi segala masalah.
27.
Lebih baik jadi ekor
dalam kebaikan daripada kepala dalam kejahatan.
28.
Penderitaan adalah satu
jalan menuju kebahagiaan, tiada bahagia tanpa derita.
29.
Setiap keluar kata-kata
dalam mulut kita akan dicatat malaikat, sebagaimana firman Allah:
ماَيَلْفظُ منْ قَوْلٍ الا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ۞
سورة قٓ:١٨
“Dan
tidak ada keluar daripada perkataan kecuali di sisinya Roqib dan Atid”.
30.
Wanita yang memotong
rambutnya yang panjang maka samalah ia menghinakan dirinya.
31.
Haram menikah dengan
orang (laki-laki) yang tidak berilmu agama/akhirat.
32.
Sebelum diuji jangan
dipuji.
33.
Dunia ini adalah beraneka
perhiasan tetapi sebagus-bagus perhiasan itu adalah wanita yang manis dan
cantik budi pekertinya (wanita sholeha).
34.
Jangan mudah salah
sangka kepada orang lain.
35.
Janganlah tanya hati
orang lain, tapi tanyalah hatimu.
36.
Jangan tafsirkan diri
orang lain seperti dirimu.
37.
Berusahalah
membahagiakan orang yang beriman terutama guru-gurumu dan orang tuamu.
۞اللهم اغفرله
وارحمه وعافه واعف عنه۞
******************************
PENUTUP
Demikianlah penjelasan singkat serta
tata tertib yang telah kita sepakati bersama dan hal-hal yang dianggap perlu
akan disesuaikan/disempurnakan kemudian. Atas perhatiannya diucapkan terima
kasih.
Pekanbaru, 14 april 2014
MHD. HAMDAN ABD.
RAHMAN
Bendahara
ANWAR MUSADDAD





